Pertamina: Ketahanan energi sejalan dengan wujudkan ketahanan pangan

Estimated read time 3 min read
Pertamina miliki peta jalan industri ramah lingkungan salah satunya dengan implementasi biofuel

Jakarta – Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menekankan bahwa prioritas Pertamina menjaga ketahanan energi juga sejalan dengan upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Hal yang tersebut disebut disampaikan Nicke dalam Food and Agriculture Organization (FAO) Science and Innovation Forum, yang dimaksud digunakan merupakan bagian dari rangkaian The World Food Forum 2023 dalam tempat Roma, Italia, Kamis (19/10).

Menurut Nicke melalui keterangan yang digunakan mana diterima di tempat tempat Jakarta, Sabtu, Indonesia miliki prospek besar dengan sumber daya domestik untuk dijadikan sebagai energi termasuk penyelenggaraan substansi pangan dalam memproduksi bioenergi.

"Pertamina mempunyai peta jalan usaha ramah lingkungan salah satunya dengan implementasi biofuel. Biofuel merupakan salah satu kunci dekarbonisasi di dalam tempat sektor transportasi," katanya.

Pertamina menggambarkan saat ini pemakaian biofuel yang dimaksud dimaksud bersumber dari sawit atau B35 terbukti berhasil menurunkan impor material bakar minyak khususnya solar, meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan. serta pada saat yang digunakan itu sejenis dapat menurunkan emisi.

"Estimasi tahun 2022 belaka sanggup jadi menurunkan emisi setara 28 jt ton CO2," ungkap Nicke.

Ia juga menjelaskan bahwa bioenergi dalam dalam Indonesia tak akan mengganggu ketahanan pangan akibat yang dimaksud diproses menjadi energi merupakan sisa atau ampas dari sumber nabatinya.

"Kami harus menjamin bahwa upaya mencapai ketahanan energi juga sanggup sejalan dengan upaya mencapai ketahanan pangan, tak boleh ada yang tersebut yang disebut terdisrupsi," tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nicke juga menyampaikan tentang energy trilemma yang tersebut harus dihadapi Indonesia termasuk Pertamina, yaitu energy security, energy sustainability, serta energy affordability.

"Saat ini, energy security menjadi prioritas untuk Indonesia, tetapi pada tempat saat bersamaan kami juga tak melupakan energy affordability serta juga sustainability," ujarnya.

Oleh sebab itu, kata dia, penting dikerjakan transisi energi, dengan menggunakan sumber daya alam (SDA) domestik untuk mereduksi karbon emisi juga menghadirkan kemandirian dan juga juga ketahanan energi bagi Indonesia.

Sedangkan terkait kemungkinan pada area bidang energi, Indonesia miliki prospek untuk mampu sekadar menjadi bagian penting dalam menyokong keamanan energi, di area dalam mana Indonesia merupakan salah satu penghasil nikel kemudian bauksit terbesar di dalam tempat dunia yang dimaksud merupakan material yang dimaksud digunakan diperlukan untuk pengembangan sel kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Indonesia juga mempunyai potensi new and renewable energy mulai dari nature based solutions dan carbon capture utilization and storage (CCUS).

Pertamina berkomitmen membantu komitmen Pemerintah Indonesia untuk mencapai net zero emission (NZE) pada 2060 atau tambahan cepat dengan mengembangkan peta jalan dekarbonisasi aset, pengerjaan kegiatan bidang usaha ramah lingkungan, serta mengembangkan carbon offset.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours