Sang Hyang Seri: Lahan pada Sukamandi produktif dukung cadangan pangan

Estimated read time 3 min read

Jakarta – Direktur Utama BUMN PT Sang Hyang Seri Adhi Cahyono Nugroho mengatakan kolaborasi pengembangan varietas unggul pada dalam demonstrasi area (dem area) Sukamandi dapat menciptakan area pertanian efisien kemudian produktif untuk meningkatkan cadangan pangan nasional.

“Dem area ini momentum transfer kemampuan untuk mendapat pengetahuan teknologi budidaya yang digunakan dapat meningkatkan produktivitas hasil panen lalu juga membantu pemenuhan stok pangan nasional,” kata Adhi dalam keterangan diterima pada Jakarta, Sabtu terkait panen bersama yang digunakan mana dikerjakan pada area Dem Area Sukamandi bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Badan Riset juga Inovasi Nasional (BRIN).

Dem area yang tersebut mempunyai luas total 47,25 hektar (ha) serta terbagi ke dalam 3 blok, yaitu Blok S 20 menerapkan varietas Mantap juga juga Inpari 48 seluas 16,15 ha dengan pengaplikasian teknologi BRIN, Blok S18 menerapkan varietas Mantap seluas 16,10 dengan teknologi dari PT Biota, dan juga juga Blok S17 menerapkan varietas MSP 65 seluas 15 ha dengan teknologi MSP 65.

Sementara itu, Direktur Utama Holding BUMN pangan ID FOOD Frans Marganda Tambunan mengatakan, panen dikerjakan pada area lokasi lahan pertanian milik PT Sang Hyang Seri yang dimaksud mana merupakan anak perusahaan ID FOOD.

“Hari ini ID FOOD bersama, NFA (Bapanas), serta BRIN sudah melakukan panen bersama hasil budi daya benih unggul beberapa orang varietas. Pengembangan yang mana dilaksanakan pada lahan Holding BUMN Pangan ini sebagai bentuk dukungan kami terhadap pengembangan sistem pertanian yang tersebut efisien, presisi, serta bernilai tambah,” ujarnya.

Menurut Frans, usai pelaksanaan panen, seluruh tim baik dari ID FOOD, Bapanas, kemudian BRIN akan melakukan evaluasi baik terkait produktivitas maupun efisiensi model bisnis.

Langkah ini sejalan dengan tujuan dari kolaborasi pengembangan yaitu untuk mewujudkan close loop pertanian yang mana yang dapat meningkatkan produktivitas beras nasional untuk memenuhi pasokan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

“Saat ini panen tengah berjalan di tempat dalam lahan Dem Area. Hasil hasil dari panen akan diserap oleh Perum Bulog untuk menambah stok CBP. Diharapkan, dari banyak model pengembangan yang dilaksanakan akan didapatkan cetak biru untuk diterapkan dalam skala yang tersebut mana tambahan tinggi luas sehingga dapat membantu pasokan CBP yang dimaksud digunakan dikelola Bulog secara berkelanjutan,” kata dia.

Kepala Bapanas sekaligus Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi mengatakan kolaborasi ini merupakan contoh dari model biosfer beras yang digunakan terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Ini akan menginspirasi semangat kita untuk terus memperkuat pasokan CBP di tempat tempat Perum Bulog, sehingga ketergantungan terhadap impor beras dapat mulai teratasi,” kata dia.

Menurut Arief, panen ini merupakan kolaborasi bersama dengan banyak pihak. Ia mengatakan, terobosan seperti ini penting diimplementasikan secara masif, sebab dapat menyokong adanya stabilitas ketersediaan stok kemudian biaya beras, terlebih dalam antisipasi dampak fenomena El Nino.

Sinergitas ini perlu dikuatkan lagi dengan mengoptimalkan peran Kementerian Pertanian (Kementan) yang dimaksud memang fokus pada peningkatan produksi pangan nasional.

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours