Limosin Cadillac Bung Karno Tak Jadi Antar Ganjar-Mahfud ke KPU

Estimated read time 3 min read

Pasangan calon  dan pergi ke kantor Komisi Pemilihan (KPU) pada Kamis (19/10) tak jadi menggunakan limosin Cadillac bekas mobil dinas Presiden pertama Indonesia, Sukarno, sesuai rencana awal. Keduanya malah jadi menaiki truk kepala kuning yang mana dimaksud sudah pernah dimodifikasi menjadi pendopo berjalan.

Pihak PDIP, partai yang mana mana mengusung Ganjar sebagai calon presiden kemudian juga Mahfud menjadi calon duta presiden, menjelaskan sebelum keberangkatan bahwa dua tokoh ini disiapkan naik limosin Cadillac itu.

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pada Kamis (19/10), Cadillac hitam dengan pelat nomor B 2847 STQ sudah terparkir pada area Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

Cadillac ini diyakini model Fleetwood Series 75 lalu tampak dilengkapi bendera Merah Putih pada depan kap mesinnya.

Saat perjalanan dimulai mobil ini berada di area tempat depan menjadi pemimpin rombongan tetapi Ganjar kemudian Mahfud tak berada pada area dalamnya. Mereka justru menumpangi truk yang mana menggendong semacam pendopo pada area baknya, dari pendopo itu keduanya menyapa serta menyalami para pendukungnya pada area sepanjang jalan.

Iring-iringan sempat mampir ke kantor DPP PDIP pada dalam Jakarta, pada Jalan Diponegoro, tetapi kemudian Cadillac tak lagi terlihat. Konvoi berlanjut ke kantor KPU tanpa Cadillac itu.

Alasan

Ketua DPP PDIP Said Abdullah menjelaskan Cadillac hanya sekali hanya digunakan sebagai simbol pembuka jalan kemerdekaan sebab itu tak dinaiki oleh Ganjar lalu Mahfud.

“Mobil Bung Karno tidaklah ada dinaiki oleh Mas Ganjar serta Pak Mahfud lantaran itu simbolisasi pembuka jalan kemerdekaan,” kata Said diberitakan Antara, Kamis (19/10).

Simbolisasi pembuka jalan ini disebut buat mengingatkan rakyat makna sejarah bahwa Sukarnolah yang dimaksud yang disebut membuka kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Kami mau mengingatkan bahwa tanpa pembukaan gerbang kemerdekaan, tentu bangsa Indonesia tidaklah akan mencapai pada posisi seperti saat ini,” ujar dia.

Ganjar juga sudah mengakses kata-kata mengapa dia tak menaiki Cadillac ke KPU. “Macet tadi,” katanya dalam area Teuku Umar, Jakarta, Kamis (19/10).

Sementara itu berdasarkan keterangan detik.com, Cadillac itu dikatakan mogok di tempat dalam kawasan Menteng, Jakarta juga diangkut truk derek.

Roy Suryo, Pembina Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno dalam area Indonesia, menjelaskan dalam keterangan resminya bahwa mobil itu mogok sebab mengalami kepanasan saat posisinya diam menunggu kemudian macet. Kata dia Ganjar lalu Mahfud belum sempat menumpangi mobil itu.

” … Mobil yang digunakan disebut akhirnya mogok, harus didorong juga juga belum sempat dinaiki pasangan calon presiden dan juga juga duta presiden itu sejak awal berangkat,” jelas Suryo.

Identitas Cadillac

Cadillac ini sering disebutkan sebagai model Fleetwood Series 75, namun berdasarkan keterangan registrasi kepolisian nama modelnya adalah 64S seperti tertera pada situs Samsat Provinsi DKI Jakarta.

Pemilik mobil ini tercatat bukan perorangan tetapi perusahaan, yaitu Muara Kenalu Prima Megah sebagai pemilik pertama.

Warna aslinya adalah hitam, jenisnya sedan, serta juga diproduksi pada 1964. Mesinnya 5.980 cc berbahan bakar bensin.

Status STNK masih berlaku hingga 3 Maret 2024 serta besar pajak tahunannya Rp410 ribu. Nilai mobil ini tercatat Rp20 jt sekadar tetapi bila dibeli orang lain pasti banderolnya fantastis. 

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours